Minggu, 12 April 2015

KEGIATAN BULAN APRIL


foto kegiatan ujian sekolah SMALB B dan C



foto kegiatan terapi  anak cerebral palsy

 



























Selasa, 07 April 2015

MENGENAL CEREBRAL PALSY


Cerebral palsy (CP) adalah istilah yang biasa digunakan untuk menggambarkan sekelompok gangguan yang mempengaruhi gerak, keseimbangan dan postur tubuh disebabkan oleh cedera otak atau kurangnya asupan oksigen ke otak saat proses kelahiran, sehingga mengakibatkan perkembangan abnormal pada kendali otot dan gerakan. 

Seperti yang dikutip dari situs WebMD, sebanyak 10% CP terjadi selama proses kelahiran, 70-80% terjadi di dalam kandungan. Bayi lahir prematur berisiko mengalami CP.

CP biasanya berkembang pada usia 2 atau 3 tahun dan ini merupakan gangguan otak nonprogressive, berarti kerusakan otak tidak terus memburuk sepanjang hidup. Namun, gejala akibat kerusakan otak sering mengalami perubahan dari waktu ke waktu, kadangkala menjadi lebih baik dan kadangkala semakin parah. 
CP adalah salah satu penyebab paling umum dari kecacatan kronis anak-anak
Sekitar 10.000 bayi yang didiagnosis mengidap CP dan sampai 1.500 anakprasekolah di AS diakui mengidap CP setiap tahunnya. The United Cerebral Palsy Association memperkirakan bahwa lebih dari 764.000 orang Amerika memiliki CP.

Antara 35% dan 50% dari semua anak yang mengalami CP akan disertai dengan gangguan kejang dan beberapa tingkat keterbelakangan mental. Mereka juga mungkin memiliki cacat penglihatan dan memiliki masalah dalam belajar, kemampuan berbicara, pendengaran, atau bahasa.

Masih banyak yang belum mengetahui tentang penyebab gangguan ini, namun bukti yang mendukung teori bahwa infeksi, cedera pada saat kelahiran, dan buruknya suplai oksigen ke otak sebelum, selama, dan segera setelah hasil kelahiran adalah faktor umum. 

Bayi prematur sangat rentan. Penyakit parah (seperti meningitis) selama dalam tahun pertama, trauma fisik, dan dehidrasi berat dapat menyebabkan cedera otak dan mengakibatkan CP.

tanda awal cerebral palsy


1. Kelainan motorik yang dapat diketahui pada tahun pertama setelah kelahiran. Saat lahir, biasanya terlihat lemah dan terkulai.

2. Bayi normal ketika diangkat dengan posisi menghadap ke bawah, kepala dan punggungnya segaris. Sedangkan yang menderita cerebral palsy akan terkulai ke bawah sehingga antara kepala dan kaki seakan membentuk huruf U.

3. Bayi yang lahir dengan tanda-tanda kerusakan otak akan kesulitan bernafas, tubuh terkulai, dan tubuhnya membiru.


4. Selama masa tumbuh kembang anak, anak dengan tanda cerebral palsy lambat menegakkan kepala, duduk, dan bergerak dibanding anak-anak normal. Kemudian sangat jarang menggunakan kedua tangannya.

5. Tubuh bayi dengan cerebral palsy cenderung kaku. Bayi bisa menangis dalam jangka waktu lama atau bisa sangat diam dan hampir tidak pernah menangis atau tersenyum.

6. Bayi juga kesulitan berkomunikasi, terlambat belajar bicara, atau bahkan kesulitan berbicara. Ini karena ada gangguan di otot. Cerebral palsy menyerang saraf motorik. Soal kecerdasan, mereka tidak ada bedanya dengan anak normal.

7. Wajah mereka terlihat aneh karena ada kelemahan otot wajah. Ada juga yang terus-menerus mengeluarkan air liur karena tidak bisa mengontrol dan kesulitan menelan. 
cara menangani CP
Meski Cerebral Palsy (CP) tak bisa disembuhkan secara total, penderita CP perlu mendapat terapi dan pengobatan untuk memperbaiki kemampuan anak sehingga dapat menjalani hidup mendekati normal. 

Tidak ada standar terapi yang dibutuhkan oleh penderita CP, karena setiap penderita memiliki kondisi yang berbeda-beda. Tapi secara umum, inilah jenis terapi dan pengobatan yang dibutuhkan oleh penderita CP: 

1. Rehabilitasi medik, yang meliputi fisioterapi (terapi fisik), terapi okupasi, dan terapi wicara.

2. Terapi perilaku, yang dilakukan oleh seorang psikolog.

3. Terapi obat, biasanya diberikan pada kasus-kasus CP yang disertai dengan kejang, atau untuk mengontrol spastisitas (kekakuan otot), atau untuk mengontrol gerakan-gerakan abnormal.

4. Terapi okupasi atau operasi, biasanya direkomendasikan bila terjadi keterbatasan otot yang berat, yang  menyebabkan gangguan gerakan, terutama gerakan berjalan. Atau, operasi untuk mengurangi spastisitasnya (kekakuan otot).

Kamis, 26 Maret 2015

WASPADAI STEP PADA ANAK

WASPADAI KEJANG PADA ANAK
Kenali & Pahami Tindakan Pertolongannya

Bahaya Kejang Demam Pada Anak dan Langkah-Langkah yang Harus Dilakukan saat Anak Kejang
Kejang demam pada anak merupakan salah satu kasus yang paling sering ditemukan dikehidupan kita sehari-hari. Pernahkah anda melihat anak yang mengalami kejang-kejang?
Kejang demam atau step adalah kejang yang dipicu oleh hipertermi atau suhu badan yang tinggi >38o C, tergantung toleransi masing – masing anak terhadap demam. sebenarnya kondisi seperti ini cukup umum pada anak-anak, terutama pada usia 6 bulan sampai 5 tahun. Namun meskipun demkian kejang demam pada anak perlu di waspadai, selain membuat orang tua cemas ditakutkan ada masalah kesehatan pada anak.
PENYEBAB KEJANG ANAK
Kejang demam terjadi karena aktivitas listrik di otak terganggu oleh suhu tubuh yang tinggi. Kejang demam dapat merupakan tanda pertama penyakit. Sekalipun demam bukanlah satu-satunya penyebab timbulnya kejang, namun kejang yang disebabkan oleh demam atau kejang demam penyebab utamanya adalah demam akibat infeksi virus.
PENYAKIT PENYEBAB KEJANG:
– Faktor keturunan
– Batuk pilek
– Radang tenggorokan
– Infeksi telinga
– Trauma saat lahir
– Trauma kepala
– Infeksi atau radang otak
– Tumor otak
– Perdarahan otak
– Kelainan bawaan pada otak atau susunan syaraf pusat
– Gangguan metabolism dan elektrolit
– Reaksi alergi
– Keracunan obat atau bahan kimia
CIRI-CIRI KEJANG
– Kedua tangan dan kaki kaku disertai gerakan – gerakan kejut.
– Bola mata terbalik ke atas.
– Gigi terkatup.
– Kadang – kadang disertai muntah dan henti nafas sejenak.
– Pada kasus berat, disertai tak sadarkan diri.
– Intensitas waktu kejang bervariasi , dari beberapa detik sampai puluhan menit.
BAHAYA KEJANG PADA ANAK
Umumnya, kejang yang terjadi dalam waktu singkat tidaklah berbahaya. Namun, perlu diwaspadai bila kejang berlangsung lama (lebih dari 5 menit) dan sering berulang. Karena, setiap kali kejang akan terjadi kerusakan sel-sel otak akibat kekurangan oksigen dalam otak. Sehingga, semakin lama dan semakin sering kejang terjadi, sel-sel otak yang rusak akan semakin banyak.
APA YANG HARUS DILAKUKAN ??
> Rebahkan anak Anda di lantai atau matras yang beralas lembut. Jangan merebahkan anak di ranjang yang sempit sehingga berisiko terjatuh, sambil ukur suhu dengan thermometer bila tersedia di rumah.
> Jika anak mulai muntah atau banyak air liur di mulutnya, pelan-pelan miringkan tubuhnya agar dia tidak tersedak dan untuk menghindari tersumbatnya jalan nafas.
> Longgarkan pakaian yang ketat, terutama di sekitar leher, dan dada.
> Singkirkan benda-benda berbahaya yang dapat melukai dia.
> Jangan menahan gerakan anak Anda selama kejang.
> Jangan menaruh benda apa pun ke dalam mulutnya. Dahulu orang biasa menempatkan batang kayu atau sendok di mulut anak untuk mencegahnya menggigit lidah, tapi itu adalah gagasan yang buruk karena berisiko merusak gigi dan cedera mulut lain.
> Cobalah untuk tetap tenang. Kejang akan berhenti sendiri dalam beberapa menit.
> Fokuskan perhatian Anda untuk menurunkan demamnya.
> Jangan memberi minuman ataupun makanan segera setelah berhenti kejang, tunggu beberapa saat setelah anak benar– benar sadar untuk menghindari anak tersedak.
CARA MENURUNKAN SUHUNYA
> Bila tersedia, masukkan diazepam dalam bentuk supositoria semi padat ke dalam anus anak untuk mempercepat penurunan demam, karena pada saat kejang tidak memungkinkan untuk minum obat penurun panas.
> Kompres bagian ketiak dan lipatan paha dengan air hangat. Tidak dianjurkan mengompres anak saat kejang dengan air dingin atau alcohol karena justru dapat meningkatkan suhu tubuh anak.
> Jangan mencoba menurunkan suhu tubuh dengan memindahkan anak ke tempat yang terlalu dingin, cukup dengan membuka jendela.
Bila kejang sudah berakhir, anak akan terjaga beberapa saat setelah kejang. Namun harus tetap waspada karena kejang bisa berulang. Segera periksakan anak ke Dokter untuk mencari tahu penyebab kejangnya, apa hanya karena demam atau ada factor lain. Anda juga harus perhatikan berapa lama anak kejang, semakin lama anak kejang semakin berbahaya dan mengancam jiwa.

sumber : http://familyherbal.net/vitabumin-waspada-bahaya-kejang-demam-anak/


Senin, 23 Maret 2015

MAKANAN YANG DILARANG UNTUK ANAK AUTIS

MAKANAN YANG HARUS DIHINDARI BAGI ANAK AUTIS :
·        Makanan yang mengandung gluten, yaitu semua makanan dan minuman yang dibuat dari terigu, havermuth, dan oat misalnya roti, mie, kue-kue, cake, biscuit, kue kering, pizza, macaroni, spageti, tepung bumbu, dan sebagainya.
·         Produk-produk lain seperti soda kue, baking soda, kaldu instant, saus tomat dan saus lainnya, serta lada bubuk, mungkin juga menggunakan tepung terigu sebagai bahan campuran. Jadi, perlu hati-hati pemakaiannya. Cermati/baca label pada kemasannya.
·         Makanan sumber kasein, yaitu susu dan hasil olahnya misalnya, es krim, keju, mentega, yogurt, dan makanan yang menggunakan campuran susu.
·         Daging, ikan, atau ayam yang diawetkan dan diolah seperti sosis, kornet, nugget, hotdog, sarden, daging asap, ikan asap, dan sebagainya. Tempe juga tidak dianjurkan terutama bagi anak yang alergi terhadap jamur karena pembuatan tempe menggunakan fermentasi ragi.
·         Buah dan sayur yang diawetkan seperti buah dan sayur dalam kaleng.
·         Roti, pastry, biscuit, kue-kue dan makanan sejenis roti, yang menggunakan gula dan yeast.
·         Semua jenis keju.
·         Daging, ikan atau ayam olahan seperti daging asap, sosis, hotdog, kornet, dan lain-lain.
·         Macam-macam saus (saus tomat, saus cabai), bumbu/rempah, mustard, monosodium glutamate, macam-macam kecap, macam-macam acar (timun, bawang, zaitun) atau makanan yang menggunakan cuka, mayonnaise, atau salad dressing.
·         Semua jenis jamur segar maupun kering misalnya jamur kuping, jamur merang, dan lain-lain.
·         Buah yang dikeringkan misalnya kismis, aprokot, kurma, pisang, prune, dan lain-lain.
·         Fruit juice/sari buah yang diawetkan, minuman beralkohol, dan semua minuman yang manis.
·         Sisa makanan juga tidak boleh diberikan karena jamur dapat tumbuh dengan cepat pada sisa makanan tersebut, kecuali disimpan dalam lemari es. ( Makanan tersebut dianjurkan untuk dihindari 1-2 minggu. Setelah itu, untuk mencobanya biasanya diberikan satu per satu. Bila tidak menimbulkan gejala, berarti dapat dikonsumsi)
·          Anak autis umumnya menderita alergi berat. Makanan yang sering menimbulkan alergi adalah ikan, udang, telur, susu, cokelat, gandum/terigu, dan bias lebih banyak lagi. Cara mengatur makanan untuk anak alergi dan intoleransi makanan, pertama-tama perlu diperhatikan sumber penyebabnya. Makanan yang diduga menyebabkan gejala alergi/intoleransi harus dihindarkan. Misalnya, jika anak alergi terhadap telur, maka semua makanan yang menggunakan telur harus dihindarkan. Makanan tersebut tidak harus dipantang seumur hidup. Dengan bertambahnya umur anak, makanan tersebut dapat diperkenalkan satu per satu, sedikit demi sedikit.


7 CIRI ANAK AUTIS

Hasil gambar untuk anak autis
Gangguan Kemampuan Sosial
Autisme berkaitan dengan gangguan kemampuan sosial yang penderitanya berinteraksi berbeda dengan orang pada umumnya. Pada tingkat gejala ringan, ciri-ciri autisme yang muncul adalah tampak canggung saat berhubungan dengan orang lain, mengeluarkan komentar yang menyinggung orang lain, dan tampak terasing saat berkumpul bersama orang lain. Penderita autis dengan tingkat gejala autis yang parah biasanya tidak suka berinteraksi dengan orang lain. Mereka juga cenderung menghindari kontak mata1. Pada anak-anak, gejala autis berupa gangguan kemampuan sosial ini dapat terlihat dari ketidaktertarikannya pada permainan bersama serta sulit berbagi dan bermain secara bergantian2.
Kesulitan Berempati
Sangat sulit bagi anak penderita autisme untuk memahami perasaan orang lain, sehingga mereka jarang berempati terhadap orang lain. Mereka juga sulit mengenali dan memahami bahasa tubuh atau intonasi bicara. Saat berbicara dengan orang lain, komunikasi cenderung bersifat satu arah karena mereka lebih banyak membicarakan dirinya sendiri. Untungnya, kemampuan berempati ini dapat dilatih dan meningkat jika mereka rutin diingatkan untuk belajar mempertimbangkan perasaan orang lain1.
Tidak Suka Kontak Fisik
Tak seperti anak lain pada umumnya, sebagian anak penderita autisme tidak menyukai jika mereka disentuh atau dipeluk. Namun, tidak semua menunjukkan gejala yang sama. Sebagian anak dengan autisme sering dan senang memeluk mereka yang dekat dengannya1.
Tidak Suka Suara Keras, Beberapa Aroma, dan Cahaya Terang
Anak penderita autisme umumnya merasa terganggu dengan suara keras yang mengagetkan, perubahan kondisi cahaya, dan perubahan suhu yang mendadak. Diyakini bahwa yang membuat mereka merasa terganggu adalah perubahan mendadak, sehingga mereka tidak bisa mempersiapkan diri terlebih dahulu. Bagi anak-anak dengan autisme, memberitahu mereka tentang sesuatu yang akan terjadi ternyata bermanfaat bagi mereka1.
Gangguan Bicara
Ciri-ciri autisme bisa juga Anda deteksi dengan mengetahui kemampuan bicara pada anak. Diketahui bahwa 40% dari anak-anak dengan autisme tidak dapat berbicara atau hanya dapat mengucapkan beberapa kata saja. Sekitar 25-30% dapat mengucapkan beberapa kata pada usia 12-18 bulan, namun sesudahnya kehilangan kemampuan berbicara. Sedangkan sisanya baru dapat berbicara setelah agak besar. Intonasi penderita autisme saat berbicara biasanya cenderung datar dan bersifat formal. Mereka juga suka mengulang kata atau frase tertentu, atau dikenal sebagai echolalia1.
Suka Tindakan Berulang
Anak autis menyukai hal yang sudah pasti sehingga mereka menikmati melakukan rutinitas yang sama terus menerus atau sering melakukan tindakan yang berulang-ulang. Adanya perubahan pada rutinitas sehari-hari akan terasa sangat mengganggu bagi mereka1. Tindakan yang berulang ini dapat bervariasi dan dikenal sebagai stimulating activities (stimming), serta biasanya menjadi suatu obsesi tersendiri bagi penderita autisme2.
Perkembangan Tidak Seimbang
Perkembangan anak pada umumnya bersifat seimbang, artinya perkembangannya meliputi banyak faktor dan bertahap. Sebaliknya, perkembangan pada anak-anak autis cenderung tidak seimbang: perkembangan di satu bidang terjadi dengan cepat namun terhambat di bidang lainnya. Sebagai contoh, perkembangan kemampuan kognitif terjadi dengan pesat namun kemampuan bicara masih terhambat atau perkembangan kemampuan bicara terjadi dengan pesat namun kemampuan motorik masih terhambat1.
References:
1. What is Autism? What Causes Autism. 2013. Medical News Today: MediLexicon International Ltd.
2. Autism Spectrum Disorders: Signs & Symptoms. 2010. Centers for Disease Control and Prevention.

Minggu, 22 Maret 2015

SLB AL MASDUKI

PROFIL SEKOLAH

A.    Identitas Sekolah
Nama Sekolah             : SLB AL-MASDUKI
Alamat Sekolah                       : Jl. K. H. Masduki,
                                                  Desa Pananjung
                                                  Kecamatan Tarogong Kaler
                                                  Kabupaten Garut
                                                              Telp. 0813 2283 2510
Status Sekolah                        : Swasta
Status tanah                            : Wakaf (Milik Yayasan)
No. Izin Operasional               : 421/SK.694/Disdik
Tahun Pendirian                      : 2005
Penyelenggara             : Yayasan Al Masduqiyyah Garut

B.     Visi dan Misi Sekolah
1.      Visi
Dengan iman dan takwa SLB AL Masduki melalui pariwisata mewujudkan anak yang berkebutuhan khusus terampil dan mandiri dalam bidang keterampilan cinderamata tahun 2017.
2.      Misi
a.           Menghormati wisatawan yang datang
b.          Mendorong anak berkebutuhan khusus rajin beribadah
c.           Seluruh warga sekolah memiliki rasa disiplin dan rasa tanggung jawab
d.          Meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan peserta didik untuk bisa hidup layak dan punya harga diri.
e.           Mengembangkan bakat, minat peserta didik untuk hidup mandiri dan dapat bekerja sama dengan dunia usaha.
f.           Membekali anak didik agar hidup layak dengan memasarkan hasil karya sendiri.

C.    Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan dari dana beasiswa ini adalah untuk:
a.       Mendukung penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun bagi anak berkebutuhan khusus (ABK)
b.      Mendorong ABK dapat menyelesaikan pendidikan hingga dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan menengah.
c.       Memberi motivasi kepada siswa untuk lebih giat belajar.
d.      Meringankan beban ekonomi orang tua ABK

e.       Memberi motivasi kepada orang tua ABK agar lebih memperhatikan pendidikan anaknya.

FOTO-FOTO KEGIATAN SISWA SLB AL MASDUKI












HASIL KARYA MURID-MURID SLB AL MASDUKI
bisa di order....